Jumat, 01 April 2011

A disabled person's notebook

Kini aya perlahan sulit berjalan. Ako yang sudah curiga akan kondisi aya, bertambah curiga setelah melihat cara berjalan aya yg aneh.
Ada apa dengan aya?

Image and video hosting by TinyPic





Dalam perjalanan ke rumah sakit,
Shioka menyempatkan diri
mampir ke tempat dimana Aya
biasa bermain basket dan
bayang-bayang aksi putrinya
langsung hadir.




Ketika bertemu
dokter Mizuno, wanita itu sempat
menolak ketika ditawari untuk
membuat kartu yang
mengesankan Aya seperti orang
cacat, namun formulir
pembuatan kartu tersebut
akhirnya tetap dibawanya
pulang.







Di rumah sakit, Aya dibantu oleh
Ako saat membereskan
pakaiannya dan diam-diam, sang
adik memperhatikan cara Aya
berjalan dan sadar ada sesuatu
yang salah. Kecurigaan tersebut
semakin menjadi ketika
pulangnya Aya disambut dengan
gembira oleh kedua orang
tuanya.





Saat yang dinanti-nanti itu tiba
juga, keesokan harinya Aya
berangkat ke sekolah dengan
menggunakan taksi (dan sempat
diprotes Ako yang akhirnya
terdiam setelah dinasehati kedua
orang tuanya). Wali kelas
akhirnya mengumumkan tentang
kondisi Aya dan meminta rekan-
rekan sekelasnya untuk memberi
dukungan, namun gadis malang
itu malah merasa ada
kejanggalan.



Satu-satunya yang bisa
menerima Aya apa adanya adalah
Asou, meski saat bertemu aya lagi-lagi terjatuh karena
gangguan gerak motoriknya.
Tanpa diketahui siapapun, Asou
berusaha menyelidiki tentang
penyakit Aya lewat internet.





Kerja keras Asou dalam
mempelajari Biologi diam-diam
diperhatikan oleh ibunya, yang
langsung memberitahu sang
suami kabar gembira tersebut.
Rupanya, mereka berharap
pemuda itu mampu meneruskan
cita-cita mendiang Keisuke anak
tertua mereka. Namun saat
masuk kekamar, sang ayah
mendapati Asou sudah tertidur
dengan tumpukan buku-buku spinocerebellar degeneration
disampingnya. Hal ini sempat membuat ayah asou curiga.





Saat pelajaran olahraga, Aya
memutuskan untuk tetap tinggal
dikelas dan hanya
memperhatikan teman-teman
sekelasnya hingga mendadak
jatuh pingsan. Untungnya Asou
berada disana, aya segera
dilarikan ke rumah sakit.



Dari Dokter Mizuno, Asou
akhirnya tahu dengan pasti
penyakit apa yang diderita Aya.
Baru saja melangkah keluar, ia
telah dicegat oleh sang ayah
yang setelah mengobrol tentang
banyak hal, meminta sang putra
untuk meninggalkan Aya. Keruan
saja, Asou langsung menolak.




Di rumah keluarga Ikeuchi, Mizuo
dan Shioka kembali bertengkar
tentang apa yang harus mereka
perbuat dalam menjaga Aya
sampai tiba-tiba Ako muncul. Tak
berapa lama, Aya yang berusaha
turun dari kamarnya kembali
terjatuh.


Tidak tahan lagi untuk
menyimpan rahasia, Mizuo dan
Shioka akhirnya menuturkan
tentang penyakit yang
sebenarnya diderita Aya pada
ketiga anak mereka. Hiroki dan
Rika langsung menunjukkan
dukungan pada sang kakak,
namun tidak demikian dengan
Ako yang masih tidak bisa
percaya begitu saja. Ako pun akhirnya turut bersimpati pada aya.





Di sekolah, Aya untuk terakhir
kalinya berlatih basket sebelum
memutuskan mundur dari tim.
Mendadak, asou muncul dan
menemaninya membereskan
bola yang berserakan. Dalam
perjalanan keluar, aya
meminta asou untuk
membantunya menyelesaikan
satu urusan lagi. Rupanya, hal itu
berkaitan dengan Kawamoto. Aya menyampaikan perpisahannya dengan kawamoto lewat telepon. Asou pun memberi aya semangat.






To be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar